Ironis. Dapatkah aku sebut demikian? JIka aku lihat kenyataan. Atau.. Pantaskah aku sebut demikian? Jika aku melihat jalan hidupku. Ah, tidak pantas rasanya.. sementara masih banyak aku lihat orang-orang yang tidak seberuntung diriku.
Duduk di tempat ini, tempat yang setiap hari kudatangi. Di kursi yang setia menahan berat badanku selama satu tahun ini. Setidaknya aku damai menyendiri seperti saat ini, menulis dan mendengarkan lagu-lagu lama yang sudah lama tak kudengar. Tidak ada intimidasi dan sebagainya. Tidak perlu menumpahkan kekecewaan terhadap beberapa orang yang beberapa hari ini kurasa telah menyakiti perasaanku. Ya, setidaknya aku tidak menambah dosa dengan mencaci maki. Lega hanya dengan menghela nafas.
Satu-satunya hal berharga yang kumiliki saat ini hanyalah keluargaku. Rasanya damai bisa menghabiskan waktu bersama mereka.. Tidak ada yang lebih yang kuinginkan dari keberadaan mereka di tengah rutinitasku.. Semoga aku masih punya cukup waktu untuk membahagiakan mereka. Ya, aku rasa itu cukup. Aku tidak menginginkan hal lain lagi..